Persiapan Kematian

Home / Tulisanku / Persiapan Kematian
Persiapan Kematian

Beberapa waktu belakangan sering mendengar kabar kematian, terkadang cukup mengejutkan karena yang meninggal dalam kondisi sehat dan masih muda. Sebenarnya, kita pasti sangat memahami jodoh, rezeki dan maut adalah atas ketetapan Allah Taala, akan tetapi terkadang sedikit sulit memerima kenyataannya. Apalagi bila hal itu terjadi pada orang terdekat kita.

Sejatinya hidup manusia tidak ada yang tahu, begitu pun dengan kematian, Tidak ada satu orang pun yang mampu menghindarinnya, memajukan dan memundurkan waktunya barang sedetik pun, dan itu pasti, maka persiapkan untuk bekal kelak ketika menghadapinya, juga ketika di alam sana.

Kulllu Nafsin Dzaiqatul Maut

كُلُّ نَفۡسٍ۬ ذَآٮِٕقَةُ ٱلۡمَوۡتِ‌ۖ ثُمَّ إِلَيۡنَا تُرۡجَعُونَ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan. (QS. Al Ankabut : 57)

كُلُّ نَفۡسٍ۬ ذَآٮِٕقَةُ ٱلۡمَوۡتِ‌ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوۡنَ أُجُورَڪُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَـٰمَةِ‌ۖ فَمَن زُحۡزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدۡخِلَ ٱلۡجَنَّةَ فَقَدۡ فَازَ‌ۗ وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا مَتَـٰعُ ٱلۡغُرُورِ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS Ali Imran : 185)

Tidak ada satu makhluk pun yang kuasa menangguhkan datangnya kematian, walau hanya sedetik, karena takdir kematian adalah hak mutlak Allah SWT. Setiap manusia, sesungguhnya selalu diburu kematian. Jaraknya pun semakin dekat dari waktu ke waktu, begitulah yang pernah disampaikan ibu.

Persiapan diri itu tidak hanya dengan perbanyak amal perbuatan baik yang sudah menjadi keharusan semua manusia, dari segi mental harus disiapkan, tapi juga ibu ingin melakukan persiapan perlengkapan kematian, ibu tidak ingin merepotkan siapapun yang mengurus jenazah ibu nanti, ucapnya suatu waktu. Jadi ingin bercerita persiapan Ibundaku Rahimahullah, yang berpulang hampir satu tahun lalu.

Sejak beberapa tahun sebelum kepergiannya, ibuku mempersiapkan sebuah box container dan meletakannya di kamar tempat beliau sholat. Di depan box ditulisnya “persiapan Maut”. Jujur aku dan saudara-saudara yang lainnya tidak pernah mikirin isi box nya, juga tidak peduli atau sekedar melihat apa yang tersimpan dalam box “persiapan maut”

Aku sendiri pernah bertanya pada ibu, kenapa mesti repot-repot mempersiapkan semuanya? Ibu bilang, jangan sampe kejadian, ketika mendapat musibah kematian salah satu anggota keluarga, semua orang di rumah kebingungan, bingung cari kain panjang dan bingung mesti menyiapkan apa saja untuk mengurus jenazah.

Sesekali dengan mata berbinar ibu bilang “mah (panggilanku), ibu sudah beli kain panjang selusin. Atau di lain waktu, ia bilang sudah pesan tutup keranda yang dibordir. Ibu juga cerita bahwa sudah memesan 1 set sprei dan sarung bantal lengkap untuk nanti dipasang di kasur untuk jenazahnya, kata ibu. Kami tidak terlalu shock mendengarnya, tidak juga menjadi antusias dengan segala apa yang dilakukan dan disiapkan ibu di dalam box.

Hingga akhirnya, saatnya harus melepas dan kesedihan panjang kami pun tiba. Ibu berpulang tanpa sakit. Beberap saat sebelum waktunya, menurut adikku yang bersama ibu, ibu sempat menunjuk dan memberi kode ke adikku ke box container yang sudah disiapkannya itu, hingga maut menjemputnya dengan tenang. Ibunda Rahimahullah Insyaallah Husnul Khotimah.

Saat box dibuka, ternyata ibu sudah mempersiapkan semuanya, sampai ke peniti, benda palaing kecil juga sudah ada di dalam nya. Kain kafan, kain panjang, sarung bantal, kain penutup jenazah, selendang/ syal penanda keranda, hingga hadiah yang harus kami sampaikan kepada bilal yang memandikan juga sudah disiapkan di dalamnya.

Ibu juga sudah membeli sebidang tanah di daerah pemakaman yang tidak jauh dari rumah kami, untuk pemakamannya. Ya Ibu benar- benar mempersiapkan semuanya untuk kepulangannya, dan sedikitpun tidak ingin menyusahkan orang lain termasuk kami, anak-anaknya.

Selang dua bulan kemudian, perlengkapan yang ada di dalam container box tersebut kembali digunakan ayahandaku Rahimahullah yang berpulang menyusul ibundaku tercinta. Ayah dimakamkan di samping makam ibu. Semua sudah disiapkan dengan sangat detail oleh ibu, juga dipersiapkannya untuk ayah. Ayah Ibu, begitu rindu kami teramat sangat. Al Fatihah…..

Foto : Google

Comments are closed.