Berkunjung ke Masjid Tanpa Kubah, Masjid Raya Sumatera Barat

Home / Travelling Story / Berkunjung ke Masjid Tanpa Kubah, Masjid Raya Sumatera Barat
Berkunjung ke Masjid Tanpa Kubah, Masjid Raya Sumatera Barat

Sudah lama berkeinginan pergi ke kota ini, bagi saya kota Padang seperti memiliki pesona yang membuat saya cukup penasaran ke sana, dan akhirnya kesampean juga bertugas dan sedikit jalan-jalan di kota ini dengan beberapa teman baik…@Ayu,@Novam dan @Sania. Ketika datang ke satu kota, biasanya saya  pengen mendatangi masjid rayanya, termasuk saat  berkunjung ke kota Padang, Sumatera Barat, saya sempatkan mengunjungi Masjid Raya Sumatera Barat. Masjid tanpa kubah dan  terlihat unik dengan atap menyerupai bangunan rumah  gadang, rumah khas di daerah Sumatera Barat.

Tampilan masjid tanpa kubah ini merupakan representasi wujud falsafah Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah yang berarti adat yang didasarkan, ditopang oleh syariat agama Islam berdasarkan Al Quran dan Hadist. Sebagai gantinya, atap masjid ini desainnya berupa atap segi empat dengan tiap sudut menjulang ke langit seperti Rumah Gadang, rumah bagonjong karena atapnya membentuk gonjong. Meski berbentuk seperti gonjong Rumah Gadang, namun sebenarnya atap masjid ini mencerminkan 4 sudut kain yang digunakan 4 khalifah untuk memindahkan batu Hajar Aswad.   

Masjid Raya Sumatera Barat ini menjadi ikon wisata religi Sumatera Barat berlokasi di  jantung kota Padang di Jalan Khatib Sulaiman Alai Parak Kopi, Padang Utara ini didesain sebagai masjid tahan gempa bermagnitudo 10. Terdiri atas tiga lantai. Lantai pertama digunakan sebagai tempat wudu dan tempat tambahan jika pada lantai utama para jemaah sudah penuh. Kemudian lantai dua adalah ruang utama dalam masjid yang digunakan sebagai tempat utama salat berjamaah. Sedangkan lantai tiga juga bisa difungsikan sebagai tempat alternatif untuk para jemaah salat, atau sebagai tempat istirahat jika pengunjung sepi.

Masjid yang didesain oleh arsitek bernama Rizal Muslimin ini dibangun di atas lahan sebesar 40.343 meter persegi dan mampu menampung 20.000 jamaah. Masjid cantik ini benar-benar menonjolkan Budaya Minang dengan atapnya yang mirip rumah gadang, juga memiliki corak ukiran Minangkabau di dinding-dindingnya. Ruang utama masjid ini dipenuhi interior ukiran Minang dan kaligrafi. Bagian Mihrobnya seperti hajar aswad dan terdapat ukiran asmaul husna berwarna emas.

Oktober 2019

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.