Sanjo-Sanjoan, Tradisi Berlebaran di Palembang

Sanjo-Sanjoan, Tradisi Berlebaran di Palembang

Hai Sob…. Pengen cerita….tradisi berlebaran di Palembang yang
selalu ngangenin karena selalu rame. Saat lebaran tiba, setelah menyelesaikan
Salat Ied, wong Palembang biasanya langsung mampir “sanjo-sanjoan” (bertamu)
untuk berlebaran dan bermaafan  dari
rumah ke rumah. Mereka bersilaturrahim ke rumah para tetangga sekitar. Sanjo-sanjoan
hanya sekedar bersalaman ataupun mampir sebentar menikmati sajian yang sudah
disiapkan tuan rumah.

Sanjo-sanjoan ini
selalu ramai, baik  pada hari raya Idul
Fitri maupun  hari raya Idul Adha sebagai
momen  menjalin silaturahmi kepada sanak
sedulur dan handai taulan. Tuan rumah biasanya
menyiapkan berbagai suguhan. Aneka makanan dihidangkan sesuai dengan budget
yang dimiliki si tuan rumah. Ada rumah yang menyajikan hidangan jamuannya
secara prasmanan, jadi tamu mengambil sendiri berbagai kue dan camilan dari
atas meja tersendiri yang telah disediakan dan ada juga dihidangkan secara
langsung oleh tuan rumah di atas meja tamu.

Banyak hidangan yang biasa disajikan
saat sanjo-sanjoan. Di meja tamu biasanya sudah tersedia aneka kue kering dan
manisan buah dalam toples. Selain kue dalam toples, tuan rumah juga menyediakan
bermacam kue khas Palembang yang disebut “kue botekan” dipotong-potong lalu
disajikan kepada para tamu. Kue botekan merupakan deretan kue manis legit  seperti Maksubah, Kue Kojo, Lapis Legis, Kue Delapan Jam,Ager Dodol, Kue Centing, Srikayo dan lainnya. Di tiap rumah menyajikan 2
sampai 4 macam deretan kue yang manis ini.

Menu yang tak ketinggalan dan
dipastikan ada hampir di setiap rumah wong Palembang, dan juga selalu dicari
para tamu adalah pempek, tekwan, dan model. Kudapan yang bahan dasarnya sama
yaitu ikan, tetapi sedikit beda dalam hal bentuk dan penyajian.




Disamping menu suguhan untuk para kerabat dan dan teman, pastinya ada menu wajib yang disiapkan di rumah untuk
dimakan semua anggota keluarga. Ada lontong atau Ketupat yang disajikan bersama kuah kuning, kuah santan yang ditambah ikan gabus rebus yang dihaluskan, sebagai pelengkapnya sambal goreng ati, Malbi yang mirip rending tetapi
berwarna hitam dan bercita rasa manis, Opor, Kare, Sambal Cengek, dan kerupik Palembang. Terkadang, ada juga yang mengganti menu Lontong atau Ketupatnya dengan nasi minyak khas Palembang.

So….Gimana tradisi Lebaran di Kampung
Halamanmu, Sob?….

Leave a Reply

Your email address will not be published.